Dominic berjalan cepat menyusuri koridor rumah sakit menuju pintu keluar.
Sepatu kulitnya yang mahal berderit pelan di lantai keramik yang mengkilap. Setelan hitamnya yang rapi, kemeja putihnya yang bersih, dan dasi abu-abu gelapnya yang terikat sempurna—semuanya tampak persis seperti saat ia masuk. Namun, matanya yang gelap, yang biasanya penuh percaya diri, kini menyimpan sedikit rasa gelisah.
Aku baru saja berbicara dengan Bella. Aku memintanya untuk mempertimbangkan tes DNA. Dan aku baru sa