Malam itu, setelah Ana menutup pintu kamar tidur, Dominic masih duduk di sofa ruang tamu. Lampu-lampu kristal di langit-langit masih menyala redup, menciptakan bayangan-bayangan panjang di lantai marmer putih yang mengilap. Tirai-tirai tebal berwarna krem tertutup rapat, tidak membiarkan cahaya dari luar masuk. Suasana di dalam rumah terasa tegang, seperti ada badai yang akan segera datang.
Dominic menatap gelas wiski di tangannya. Cairan berwarna emas itu bergoyang pelan setiap kali tangannya