Bab 367. Menggemaskan
“Sudah cantik.” Mas Suma menundukkan kepala, mensejajariku yang sedang duduk menghadap di meja rias. Riasanku sudah selesai, tertinggal menyempurnakan dikit-dikit.
“Sudah. Nanti terlalu cantik, aku jadi was-was. Pengen nyolok mata yang melihatmu,” ucap Mas Suma sambil tersenyum jahil.
Aku yang memegang kuas, mencocolkan ke pipinya. “Halah, gombal!”
Dia tergelak. Bukannya mengelak, dia justru mendekatkan wajah dan mengecup pipi ini.
“Ais! Sana, Mas. Pipiku basah, lo!” Dia semakin tertawa, mungk