Tama pun berpindah duduk ke samping Nada, memberanikan diri untuk memegang tangan Nada, dirinya ingin berbicara dari hati ke hati agar tak ada lagi beban yang terasa di antara hubungan mereka.
"Nada, kembalilah kepada Mas. Mas, tidak tahu sudah berapa kali mengatakan kalimat ini kepadamu, mengatakan kata-Kembali-tapi, Mas, sangat mencintai kamu dan masih berharap memohon agar kamu mau kembali kepada Mas, apapun caranya."
Nada menatap Tama dengan perasaan bingung. Tapi, di sini Nada juga merasa