"Nada, kamu bilang apa? Kamu mengucapkan sesuatu tadi?" bibir Tama tersenyum, tak ingin telinganya salah mendengar kata yang diucapkan oleh Nada.
Jika salah mendengar maka sudah pasti dirinya akan sangat kecewa.
Kecewa pada dirinya sendiri yang salah dalam mendengarkan penjelasan.
"Nada?"
"Mas, jangan pergi. Aku tidak bisa tanpa mu," kata Nada dengan bibirnya yang bergetar dan air matanya yang menetes.
Menahan perasaan yang begitu luar biasanya.
"Jangan pergi ya Mas, Nada sayang sama Mas," kata