"Kamu jahat Mas, dia anakku! Kenapa kamu menamparnya, kemudian mengusirnya!" Kinanti pun berteriak histeris, karena Nada benar-benar pergi bahkan ditengah malam begini.
Semuanya seakan begitu rumit, tanpa ada jalan keluarnya.
Bahkan seakan tidak ada yang mau mengalah sama sekali.
Sampai kapan ini akan terjadi.
"Sudahlah, dia sudah berani kurang ajar pada orang tuanya!" Adam pun segera masuk ke dalam kamarnya.
Pikirannya benar-benar kacau karena memikirkan Nada yang sudah pergi dari rumah.
Semen