Sore harinya Tama pun mengirimkan pesan pada calon istrinya.
Siapa lagi kalau bukan Nada.
[Sayang, Mas kangen] Om Tama.
Nada pun berguling-guling di kasur, membaca pesan dari Tama sungguh membuat hati menjadi kegirangan.
[Nada juga kangen] Nada.
Ya ampun mendadak Tama kehilangan kata-kata, sungguh apa yang dikirimkan oleh Nada seakan menariknya kembali menjadi ABG.
[Boleh, Mas datang sekarang?] Om Tama.
Ya ampun Nada terus saja berguling-guling di kasur, hingga akhirnya terjatuh.
"Aduh," Nada pu