Siang harinya Kinanti pun kembali memasuki kamar putrinya, sebab ini sudah waktunya makan siang.
Bahkan ada banyak masakan istimewa untuk menyambut kepulangan Nada.
"Sayang, bangun. Bunda, udah masak. Dan, semuanya masakan kesukaan kamu," kata Kinanti sambil menarik selimut yang menutupi putrinya tersebut.
Sementara Nada langsung saja duduk, perutnya memang sudah keroncongan karena dari pagi tadi belum masuk sesuap nasi pun.
Tapi tunggu dulu, bukankah saat ini Nada sedang dalam masa kemarahan.
B