"Mas yakin?" Kinanti merasa bingung pada Adam yang malah menyetujui apa yang diinginkan oleh putrinya, rasanya begitu mustahil untuk dilakukan oleh seorang Adam.
"Sayang, apa kamu yakin putri kita itu bersungguh-sungguh untuk menikah?" Adam lagi-lagi mengutarakan keraguannya, bahkan ingin melihat siapa lelaki yang sudah menjalin hubungan dengan putrinya tersebut.
Beberapa waktu kebelakang ini memang Adam membebaskan putrinya, berusaha untuk memberikan sebuah kepercayaan.
Agar Nada bisa menjalani