"Apaan sih Om?"
Meskipun bibir Nada terus menggerutu tetap saja Tama membawanya pergi.
Tak perduli sama sekali pada apapun yang keluar dari mulut bocah itu.
Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah apartemen milik Tama.
"Om, ngapain ke sini?"
Tama langsung saja menarik Nada, lagi-lagi tidak perduli pada apa yang dikatakannya oleh wanita tersebut.
"Om!" Nada pun menghempaskan tangan Tama setelah memasuki sebuah unit apartemen.
"Bukankah kau mengatakan akan menurut pada ku barusan?"
Nada diam sam