"Masih di sini?"
Nada tentunya sangat terkejut melihat Tama melalui jendela kamar yang masih saja duduk di kursi yang tersedia di teras, padahal sudah tiga jam berlalu.
Bahkan Nada sudah tidur dengan nyenyak di dalam sana.
Entah apa yang ada di pikiran duda lapuk itu, sehingga melakukan hal tersebut.
Nada pun akhirnya keluar, menghampiri Tama. Sekaligus ingin bertanya langsung alasan mengapa masih berada di rumahnya.
"Om!" Seru Nada.
Tama pun menyadari bahwa ada Nada di dekatnya, hingga matanya