"Kenapa wajah suami ku ini masam sekali?" Mentari meletakan secangkir kopi di atas meja, kemudian duduk di samping suaminya.
Pulang ke rumah bukannya Fikri tersenyum karena bertemu dengan dirinya malah terlihat begitu murung.
Tetapi Mentari terus berusaha untuk menghibur suaminya tersebut.
"Aku tidak mengerti mengapa Tama bisa seperti itu."
"Maksudnya?"
"Dia kembali mendapat mangsa baru, entah sampai kapan dia akan begitu," Fikri pun menyeruput kopi buatan istrinya.
Memilih untuk menikmati kopi