Tama pun merasa lebih baik setelah melihat Nada, hingga akhirnya bisa menuju kantor memulai pekerjaannya seperti hari-hari biasanya.
Namun, ternyata ada Fikri yang menunggunya di ruangan.
Membuat Tama terkejut melihat kehadiran sahabatnya tersebut.
"Kenapa? Kau tidak senang melihat aku di sini?" Tanya Fikri dengan wajah seriusnya.
Tama pun melangkah masuk kemudian duduk di kursi kebesarannya.
Untuk apa lagi Fikri datang kalau bukan untuk memarahinya, karena Tama melewatkan rapat dua jam yang la