Bab 92. Setelah Dua Tahun
DUA TAHUN KEMUDIAN
"Terima kasih, Rani. Sudah lengkap, kebahagiaan yang kau berikan."
Mas Suma mengecup dalam dahiku dengan lembut. Dirapikannya rambut ini yang masih basah dengan keringat. Senyumannya sudah terlihat dari kecemasannya ketika mendampingiku dalam kesakitan yang teramat sangat.
Sesekali dia mengusap telapak tangannya yang memerah, bekas genggaman kuat tanganku yang mencari kekuatan darinya, tadi.
Masih terasa lelah dan lemas yang aku rasa, setelah beberapa jam aku bergulat dengan