Bab 586. Geregetan
“Tidak marah, kan?”
“Sekarang tidak. Tapi nanti setelah Mami pulang, I-YA!” jawabku dengan melototkan mata. Cerita yang aku rangkum tentang pembicaraan dengan Nyonya Besar, menguap begitu saja. Sekarang terganti dengan menuntut penjelasan apa yang dibicarakan Mas Suma.
Rasa kesal masih terasa lekat, setelah mendengar pengakuannya. Namun, kemarahan ini harus ditunda karena ketukan pintu dan suara Amelia. Tidak mungkin aku menunjukkan kekesalan di depan mertuaku nanti. Bisa-bisa masalah menjadi b