Bab 542. Serba Salahnya Amel
Serba salah. Ini yang aku rasakan. Sungguh, bersama laki-laki di depanku ini, aku merasa nyaman. Namun, aku tidak tahu ini sebagai teman, sahabat, atau lebih. Aku tidak mau terjebak pada rasa yang belum perlu. Jalanku masih panjang.
Akan tetapi … melihat matanya yang mengerjap, memaksaku untuk tidak mengabaikannya.
“Kenapa?” ucapnya pelan dengan kepala meneleng. “Kamu bingung memilih antar aku atau Rangga?”
Aku merasa genggaman di tanganku mulai mengendur, perlahan terasa gerakannya menarik jem