Bab 494. Kakak Pastikan Dulu
Kenangan indah itu seperti sahabat lama yang tidak pernah bersua. Mereka tidak ada di pikiran, tetapi tetap bersemayam di hati. Dan, mereka akan menghangatkan hati ini saat kerinduan menghampiri.
Kuhentikan memainkan gitar, dan meletakkan kembali ke gantungan.
“Kak Wisnu kangen Kak Rima?” Mata bulat di depanku mengerjap. Pandangannya seakan bersiap memberondong celetukan usil saat aku menjawab ‘iya’.
“Enggak.”
“Masak? Tuh, pipinya mulai memerah.”
“Ya udah kalau tidak percaya,” jawabku langsung