Bab 456. Serangan Tuan Kusuma
Aku mendesah, menyakinkan kalau apa yang aku lakukan adalah benar. Ini mempertaruhkan nama perusahaan. Sama saja aku mencampur adukkan urusan pribadi pada keputusan.
"Sudah kamu kerjakan semua pesannku?" tanyaku kepada Dewi melalui ponsel. Aku ingin sesampai di kantor semuanya sudah beres.
"Sudah siap semuanya. Saya kirimkan laporannya sekarang," jelas sekretaris andalanku ini.
Pesan bergambar masuk. Semua memperlihatkan keadaan kantor secara detail. Foto keluarga lengkap, termasuk Wisnu di da