Bab 454. Mati Setelah Sempat Berkembang
"Saya akan membuktikan kalau menjadi laki-laki pilihan tertepat untuk Rima. Dan, memastikan kalau izin Bapak akan membahagiakan putri Bapak," ucapku dengan membalas tatapannya.
"Dengan membawa Rima sampai larut malam? Kamu pikir anak saya perempuan yang bisa dibawa-bawa begitu?"
"Maaf, Pak. Saya keliru."
Dia tersenyum kembali, tanpa melepas tatapannya dariku. Aku merasa di persidangan. Bukan. Lebih tepatnya seperti di meja algojo yang sedang menghunus golok. Masih memikirkan, bagian mana yang a