Bab 410. Teman Tapi Dekat
Hampir tengah malam aku tidak bisa tidur. Padahal jadwal pesawatku pukul enam pagi. Ini berarti setelah subuh, aku harus langsung bersiap karena pukul lima harus berangkat.
Yang dikatakan Mama, Papi Suma, dan Rima, bergantian muncul di kepala. Terus terang aku benar-benar bingung dengan perasaanku.
“Mas Wisnu tidak suka sama aku?” ucap Rima dengan sorot mata meredup. Keceriaan yang terlihat diawal pertemuan kami mulai memudar.
Ini yang yang tidak aku inginkan. Untuk apa menjalin sebuah hubung