Bab 296. Kumpul
Aku seperti pulang ke rumah. Di depanku tidak hanya Mas Suma, tetapi ada Amelia yang menggendong Anind, dan Wisnu yang memanggul Danish.
Mata ini berkaca-kaca saat Amelia dan Wisnu berhambur dan menyodorkan adik-adiknya kepadaku. Kerinduan yang membuncah terjawab sudah. Tak henti-hentinya aku menciumi mereka.
“Mam-ma… Mamam.” Suara keluar dari bibir mungil Anind. Seketika rasa haru menyeruak. Gadis kecilku tidak melupakan aku, bahkan mampu memanggilku mama.
“Mas Suma! Anind sudah bisa memanggil