Bab 243. Warna Senada
Beberapa jam sebelumnya
POV Bramantyo
Sekuat tenaga aku menekan perasaanku kepadanya. Tangan ini sering ingin terulur, tetapi berakhir dengan menggantung di udara. Menepis kerinduan dan menyerah kepada keadaan yang mengharuskan rela.
Tadi pagi saat menginjakkan kaki di kota ini. Aku sempatkan berkeliling menyusuri tempat-tempat kenangan indah. Sengaja aku menyewa motor, demi membayangkan tanganmu yang melingkar di pinggang ini. Seperti dulu.
Maharani, nama wanita yang masih tertulis pekat di ha