Bab 241. Terima Kasih Atas Hari Yang Indah
Kecanggungan yang sempat melingkupi, memudar saat ada layanan hotel datang. Pandangan kami yang sempat terpaut luruh seketika. Bergegas aku menuju pintu, sambil menepuk dada dan mengembuskan napas.
“Atas nama Ibu Maharani?” sambut karyawan berseragam hotel ini.
“Iya. Tolong disiapkan di meja makan,” ucapku sambil membukakan pintu.
Troli yang di atasnya terdapat tudung saji alumunium, dan teko keramik dengan dua cangkir. Aku juga mendapati peralatan makan dua set. Apakah Wisnu memesan untuknya