Bab 226. Satu-Satunya Cara
Setelah perbincangan tentang undangan wisuda itu, aku berusaha menghindar untuk berdua dengan Mas Suma. Diri ini masih enggan bersitegang karena sesuatu yang di luar kuasaku. Tenaga dan pikiranku belum cukup untuk mengendalikan emosi. Aku memilih menyibukkan diri dengan Amelia dan Wisnu untuk membicarakan acara hari besuk.
“Pokoknya Kak Wisnu menemani Andrew, ya. Amelia belum kenal sama anak itu. Apalagi cowok, Amel malas, ah.”
“Mana boleh sama saudara malas,” celetuk Wisnu.
“Ya, pokoknya Kak W