Bab 203. Mengingatkan Rasaku Padamu
Mobil yang membawa kami membelah jalanan yang mulai ditinggalkan surya, terganti dengan sinar temaram dari lampu jalanan. Langit yang gelap pun semakin indah dihiasi gemerlap bintang dan sang dewi yang menunjukkan bentuk bulat penuhnya. Ya, bulan purnama mulai muncul malu-malu di sela bayangan pohon di tepian.
“Kita masuk ke sini. Tempatnya keren,” seru Mas Suma, kemudian memutar setir ke kiri.
Seperti dipaksa masuk ke atmosfer yang ditawarkan, kanan kiri jalan yang dipagari pohon cemara berja