Bab 198. Dia
Isi kepalaku berisi berbagai prasangka dan analisa siapa yang sebegitu penasaran dengan kehidupan kami. Seperti gado-gado yang aku makan sekarang ini, campur baur.
Apa dia orang dari masa lalu Mas Suma? Atau, justru orang yang pernah penasaran denganku? Bisa jadi, lawan bisnis kami yang mencari kelemahan di keluarga kami.
Sampai selesai makan, Claudia belum menampakkan wajahnya. Aku menyeruput jus pepaya di bagian terakhir. Otakku yang sedang berpikir, ternyata tidak menyurutkan rasa lapar, ju