Bab 197. Siapa?
“Mami memang begitu,” ucap Mas Suma setelah ponsel aku letakkan di atas nakas. “Sabar, ya,” tambahnya sambil mengusap pipi ini.
Suamiku pasti tahu dengan rasa kesalku ini. Karena dia pun tahu benar dengan sifat maminya itu yang gemar mengatur ini dan itu dan tidak mau dibantah. Sedari kecil kan dia yang diperlakukan seperti itu. Sebenarnya, sifat mereka berdua sama, dan sekarang aku yang menjadi obyeknya.
Aku bukannya tidak mau menerima kebaikan mertua, tapi kalau diatur-atur begini terkesan se