Bab 193. Puber?
Dari pagi, senyuman terbayang di wajah suamiku. Tidak hanya itu, dia selalu berusaha menyentuhku walaupun sekadar usapan dan ciuman sekilas. Jangan ditanya berapa kali dia membisikkan kata cinta dan sayang. Sampai-sampai, Amelia meledek habis-habisan tingkah Papinya ini.
“Papi ini kenapa, sih. Amelia saja sudah tidak manja lagi sama Mama. Kok Papi kayak anak kecil saja!”
“Eh, Amelia memang tidak boleh manja lagi. Kan sudah punya adek dua,” sahut Mas Suma tanpa melepaskan pelukan di pinggangku.