Bab 107. Musim Jatuh Cinta
Setelah berbincang selesai, kami langsung pamit pulang. Itu pun dengan mencolek berkali-kali memberi tanda ke suamiku untuk segera menyudahi perbincangan ini.
"Bu Rani, cookiesnya buat saya, ya," tanya Pak Tiok sambil menunjukkan toples kecil kepadaku.
"Boleh. Bawa saja, Pak. Ambil satu saja yang belum dibuka di bar," ucapku sambil merapikan bawaanku.
Mas Tiok mengantar kami ke parkir, dia buru-buru mendahuluiku untuk membukakan pintu mobil untukku.
"Ok, Pak Tiok. Ketemu minggu depan, ya!" te