Bab 106. Antara Suami dan Sahabat
Mobil itu berhenti di depan kami, dan Mas Suma keluar dengan masih memakai kaca mata hitamnya. Sejenak dia berhenti di sebelah mobilnya dan menoleh ke arah kami.
"Mas Suma .... "
Duh, semoga dia tidak salah paham, lagi.
Pak Tiok yang sudah berdiri langsung menghampiri Mas Suma. Mereka saling menjabat tangan, dan saling sapa dalam senyum. Beberapa saat mereka berbincang, entah apa yang dibicarakan. Yang tertangkap di mataku, Mas Suma tertawa terkekeh.
Dengan langkah panjangnya mereka menghampi