"Kinanti, aku khilaf dan tolong maafkan aku."
Sejenak Kinanti berhenti tertawa lalu, beralih menatap wajah serius Adam.
"Benar kah?" Kinanti tersenyum seakan mengejek Adam.
"Kinanti, tolong maafkan aku."
"Acting anda bagus tuan, cocok untuk menjadi aktor," ujar Kinanti dengan di iringi tawa, "katakan saja anda ingin saya mempertahankan janin ini dan setelah dia lahir anda akan merampasnya, licik sekali," tebak Kinanti.
"Aku tidak akan mengambilnya dari mu, kemarin aku mengatakan itu karena aku