Adam segera melakukan tindakan di bantu oleh Serena, setelah tubuh Kinanti tidak lagi kejang-kejang, Adam menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Kinanti yang kembali terlelap karena obat yang diberikan oleh Adam.
"Dokter, nyawa Kinanti dipertaruhkan saat ini, janin itu sulit untuk di pertahankan, bukankah lebih baik janin itu di angkat saja," Serena tidak kuasa melihat penderitaan Kinanti.
Wajah pucat Kinanti terlihat sangat memprihatikan, tidak kah ada rasa kasihan Adam melihat ini semuanya.