"Kenapa kamu hanya diam saja sejak tadi?" tanya Mira melihat ada yang berbeda dari wajah Tama.
Bahkan Tama baru menyadari kehadiran Mira yang duduk di sampingnya.
"Ma?"
"Kamu kenapa? Mama saja di sini kamu terkejut? Mikirin anak kamu?" tebak Mira.
Tama pun menyadarkan tubuhnya pada sofa, setelah mendengarkan apa yang diharapkan oleh Nada beberapa saat lalu membuatnya sangat terbebani.
"Diselesaikan masalah kalian, jangan terus berlarut-larut. Kasihan Amanda, apa kamu tidak ingin kembali bersama