Malam yang semakin larut membuat tidur Nada semakin terasa hangat saja, mungkin karena tidur di pelukan hangat Tama.
Apa lagi hujan yang kian semakin deras, seakan pelukan hangat sangatlah memberikan kenyamanan yang luar biasa.
Hingga akhirnya suara petir yang menggelegar membuat tidur Nada terusik, bahkan sampai terbangun dari mimpi indahnya.
Nada pun melihat sekiranya, Kinanti yang tidur di sampingnya. Sedangkan Ayahnya tidur di ranjang yang sudah di sediakan untuk keluarga pasien yang berjag