Berulang kali Tama meneguk saliva saat melihat Nada memakan mangga muda yang di bawakan olehnya.
Rasanya air liur Tama mendadak menjadi lebih banyak dari biasanya saat menyaksikannya.
"Apa tidak asam?"
"Enak, Mas mau coba?"
Nada pun memberikannya pada Tama, semakin membuat pria itu menatap buah mangga muda itu dengan horor.
"Sepertinya, tidak."
"Yah, padahal enak banget ini," Nada pun kembali memakannya, tak ada kata asam sama sekali.
Hingga membuat Tama kian semakin penasaran saja.
"Apa benar