Serena mengangguk lemah, tidak lagi bertanya melihat wajah Adam begitu dingin membuat nyalinya menciut seketika.
"Sssstttt......"
Telinga Serena menangkap suara, tampaknya itu suara Kinanti.
Dengan segera ia berbalik menatap Kinanti.
"Kinanti kamu baik-baik saja?" Tanya Serena panik.
Kinanti membuka mata perlahan, meremas perutnya dengan rasa sakit yang sangat luar biasa.
"Sakit....."
Kinanti kembali berkeringat dingin dengan wajah pucat bahkan seperti mayat, tangannya terus meremas perutnya se