Tama pun tersenyum melihat wajah Nada yang tampak begitu lelah.
Lelah karena sudah merasakan apa itu puncaknya sebuah kepuasan.
"Mana selimutnya," Nada pun menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Entah kapan Tama melepas semuanya, bahkan Nada pun baru menyadarinya.
Sungguh sangat memalukan sekali, mengapa bisa tanpa sehelai benang pun di hadapan Tama.
"Aku sudah melihatnya," Tama pun langsung ikut masuk ke bawah selimut, memeluk Nada dengan eratnya.
"Mas, malu tau."
"Kenapa malu? Kita sudah me