"Wah, gimana malam pertanyaannya bro," Fikri pun menghampiri Tama yang duduk di sofa yang ada di depan kamarnya.
Wajah Tama tampak kesal, di pagi hari ini. Bukankah seharusnya bersinar terang seperti matahari yang sedang menyinari bumi atau mungkin karena malam pertanyaannya gagal.
Padahal sudah tidak tahan, namun pinggangnya malah sakit karena ranjang yang roboh.
"Semangat dong ya?" Tanya Kenan yang juga ikut bergabung.
Ketiganya sudah tidak lagi asing, sehingga jika pun menjadi keluarga seper