Akhirnya Nada pun kembali membuat penantian Tama tidak sia-sia.
Bahkan harus mendengarkan penjelasan Nada yang lagi-lagi begitu membingungkan.
"Apa sudah selesai?"
"Hehe," Nada pun cengengesan.
"Sudah bisa peluk?" Tanya Tama lagi menggoda Nada.
Nada pun mengangguk yakin, bibirnya terus saja tersenyum bahagia karena sudah menjadi seorang istri.
Hingga akhirnya Tama pun melingkarkan tangannya pada pinggang Nada.
"Kenapa tegang sekali?" Tanya Tama.
"Mas, katanya malam pertama itu sakit. Beneran n