"Ada apa?" Tanya Fikri yang melihat wajah Tama yang tampak begitu murung.
Tama yang duduk di teras pun melihat Fikri yang menghampiri dirinya.
Kemudian kembali mengusap wajahnya hingga beberapa kali.
Fikri pun memilih untuk duduk di samping Tama, di siang hari yang begitu terik ini malah melihat wajah kusut calon suami adiknya itu yang duduk di teras rumahnya.
Bukankah seharusnya bahagia karena pernikahan sudah di depan mata.
"Kau kenapa? Apa telinga mu rusak, aku bertanya!" Kesal Fikri karena