Tama duduk di kursi dengan menatap masakan di hadapannya, pikirannya benar-benar tidak baik-baik saja.
Bahkan terkesan tidak bersemangat sama sekali, apa lagi nantinya akan mendengarkan sesuatu yang akan dikatakan oleh Adam.
Tama sudah dapat menebak apa yang akan di bahas, sungguh membuatnya tidak bersemangat sama sekali.
"Makan," kata Kinanti.
Lagi-lagi Kinanti mengisi piring Tama, tidak ingin terus merasa tidak enak.
Kinanti masih mengerti dengan Tama yang masih butuh waktu untuk lebih dekat