Dirinya tahu pasti akan ada kejutan berupa hal aneh dari masakan Nada, sementara Tama tidak mungkin menolak karena dirinya yang akan menjadi kompor yang teramat panas.
Sebagai lelaki sejati yang mencintai wanitanya, tentunya Tama akan menuruti keinginan Nada untuk memakan-makan tersebut.
Atau Nada akan bersedih hati.
Ya ampun Fikri sudah tidak sabar untuk melihat penderitaan Tama semakin bertambah berat.
"Ayo, suapi Kakanda Tama mu itu!" Kata Fikri.
Kenan hanya tersenyum saja, sudah pasti diri