"Om, aku mencintai Nada," satu kalimat yang akhirnya keluar dari bibir Tama.
Pria itu dari tadi tampak diam saja, kali ini tidak. Bibirnya yang berbicara sendiri.
Meskipun perasaannya saat ini sangat tidak bisa mengerti keadaan yang mengejutkan ini.
Nada adalah anak Adam?
Lagi-lagi Tama hanya bisa mengusap wajahnya sendiri mengetahui kenyataan ini.
Dari awal hanya menepis, tapi apa? Ternyata semuanya adalah kebenaran.
"Nada, katakan apakah kamu sudah pernah tidur bersama dengan Tama, seperti apa