Fikri benar-benar tidak mengerti, bahkan tidak dapat mencerna semuanya dengan baik.
Mengapa?
Tentu karena penjelasan Nada yang begitu mengerikan, bahkan ini serasa seperti sebuah kejutan yang membuat jantungnya terus berdetak kencang.
Rasa cemas yang begitu luar biasa seakan siap menghantam dirinya dengan segala pikirannya yang begitu kacau.
Hanya satu harapan Fikri untuk kali ini, semoga saja Nada sedang bercanda seperti biasanya.
"Nada, kalau bicara jangan asal!" Fikri masih menepis semua yang