Dua hari pun berlalu, seakan semuanya begitu lambat berjalan.
Nada merasa ada yang berbeda, semenjak dua hari tak bertemu dengan Tama rasanya ada yang kurang.
Tak ada lagi orang yang membuatnya kesal, hingga ingin sekali untuk bertemu kembali.
Entah apa yang terjadi pada bocah itu, hingga hari-harinya juga seakan tak lagi berwarna semenjak itu.
Nada pun menatap layar ponselnya, apa yang diharapkan oleh Nada?
Tama menghubungi dirinya, tapi tidak.
Dan membuatnya semakin lesu, hingga akhirnya puc