"Akhirnya Nada kenyang juga, makasih ya Om," Nada cengengesan karena perutnya benar-benar sudah sangat kenyang.
"Kita pulang," Tama pun menuju mobilnya.
Begitu juga dengan Nada yang menyusul, hingga akhirnya Tama pun membawanya ke sebuah apartemen.
"Om? Kita ngapain ke sini?" Nada tidak mengerti mengapa Tama membawanya ke apartemen tersebut, bahkan Nada tahu jika apartemen tersebut bersebelahan dengan apartemen milik Kakaknya--Fikri.
Bagaimana jika tiba-tiba berpapasan nanti saat keluar, ataupu