"Om!" Nada pun berseru tepat di depan wajah Tama, hingga membuat duda lapuk tersebut tersadar dari lamunanya.
Kembali membetulkan duduknya kemudian bersiap-siap untuk mengemudi.
"Om, musik dangdut," Nada langsung memutar musik kesukaannya, bernyanyi dan berteriak dengan sesukanya.
Suara cempreng Nada membuat gendang telinga Tama hampir pecah, meskipun demikian tetap saja Tama terpaksa mendegar dengan perasaan tidak tulus sama sekali.
Percuma saja mengecilkan volume suara, karena pada akhirnya N