Fikri pun menjelma menjadi tukang sayur dadakan.
Demi apa?
Demi cincin nikah.
Perduli setan dengan gengsi, panas-panasan tak menggentarkan semangat yang telah menyala.
"Sayur!" Teriak Ujang, "bos yang teriak!"
"Sayur!" Teriak Fikri namun suaranya begitu pelan.
"Lebih kencang Bos!" Kata Ujang.
"Ck," Fikri pun berdecak kesal, sesaat kemudian ada mobil yang berhenti di dekatnya.
Mentari pun turun dan menghampiri Fikri.
Semangat Fikri semakin berkibar dengan semangat yang tiada duanya.
"Beli sayur