Keesokan harinya Fikri pun siap menjalani peran barunya sebagai mana yang diinginkan oleh Mentari.
Menjadi orang biasa.
Fikri pun mencari Ujang, tukan kebun yang bekerja dikediamannya.
"Bunda, lihat Ujang?"
"Kalau tidak salah di kebun belakang, kenapa? Tumben sekali mencari Ujang?" Kinanti menatap pakaian Fikri.
Biasanya jika pagi begini begitu rapi dan bersiap-siap untuk berangkat bekerja, malah pagi ini masih menggunakan baju santai.
"Fikri mau pinjam pakaian Ujang."
"Pinjam?" Sarah yang tida