Akhirnya setelah beberapa usaha yang dilakukan oleh Fikri, kini Mentari dapat membuka matanya.
Fikri pun bernapas lega setelah dari tadi panik bukan main.
Jika sudah menyangkut Mentari tidak ada lagi yang bisa menenangkan hatinya, bahkan sampai begitu berlebihan sekalipun sebenarnya masalah tidak begitu rumit.
"Akhirnya kamu sadar juga."
Mentari pun menjauh dari Fikri, kesal sekali mengingat apa yang barusan terjadi.
"Aku minta maaf," kata Fikri dengan penuh permohonan.
Menyesali perbuatannya s